Welcome to Masverys Weblog

Sharing ??? ……Why Not ???

Arsip untuk ‘RENUNGAN’ Kategori

Belajar Bijak dari Nelayan

Posted by masverys pada 11 Juni 2009

Seorang Cendikiawan (-) menumpang perahu disebuah danau, lalu ia bertanya pada tukang perahu (+) ,

-  “Sobat, pernahkah anda mempelajari matematika ?”

+  ”Tidak.”

-  ”Sayang sekali, berarti anda telah kehilangan seperempat dari kehidupan anda.”

-  ”Atau barangkali anda pernah mempelajari ilmu filsafat ?”

+  ”Itu tidak juga.”

-  ”Dua kali sayang, berarti anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan anda.”

-  ”Bagaimana dengan sejarah ?”

+  ”Juga tidak.”

-  ”Artinga, seperempat lagi kehidupan anda akan hilang.”

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang ditumpangi merekapun oleng. Cendekiawan itu pucat ketakutan. Dengan tengan tukang perahu itu bertanya,

+  ”Apakah anda pernah belajar berenang ?”

-  ”Tidak.”

+  ”Sayang sekali, berarti anda akan kehilangan seluruh kehidupan anda.”

Ditulis dalam RENUNGAN | Bertanda: , , , | 4 Komentar »

Dalam 7 Hari yang Telah Lalu dan Mungkin Akan Terulang

Posted by masverys pada 11 Januari 2009

Hari per-1, tahajudku tertinggal

Aku begitu sibuk dengan duniaku, hingga zuhurku kuselesaikan saat ashar mulai memanggil.

Sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan adzan maghrib dengan niat kulakukan bersama isya, itupun terlaksana setelah acara tv selesai.

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi

Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3, aku lalai lagi akan tahajudku

Temanku memberi hadiah novel best seller setebal 200 halaman, dalam waktu tak kurang dari 1 hari aku telah selesai membacanya.

Tapi, enggan sekali aku membaca Al-Qur’an walau Cuma 1 ayat.

Al-Qur’an yang 114 surat, hanya 1 atau 2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata.

Tapi, ketika temanku bertanya tentang novel tadi, betapa mudah dan lancar aku menceritakannya.

Hari ke-4, kembali aku lalai lagi akan tahajudku

Sorenya aku datang kemasjid dengan niat mengaji, tapi kubiarkan ustadzku mengajar tentang kebaikan.

Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yang disamping kanan kiriku, padahal bada’ maghrib tadi betapa sulitnya aku merangkai kata untuk kupanjatkan saat berdo’a.

Hari ke-5, kembali aku lupa akan tahajudku

Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum’at kelamaan dalam bacaannya, padahal betapa dekatnya aku dengan tv dan betapa nikmat dan serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam.

Hari ke-6, aku semakin lupa akan tahajudku

Kuhabiskan waktu di mall dan bioskop bersama teman-temanku.

Demi memuaskan nafsu mata dan perutku sampai-sampai ratusan ribu tak terasa keluar.

Aku lupa, waktu diperempatan lampu merah tadi, saat wanita tua mengetuk kaca mobilku, hanya uang dua ratus rupiah yang kuberikan itupun tanpa menoleh.

Hari ke-7, bukan hanya tahajudku shubuhkupun tertinggal

Aku bermalas-malasan ditempat tidurku

Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga, aku tersentak kaget mendengar kabar temanku kini telah terbungkus kain kafan, padahal baru tadi malam aku bersamanya dan ¾ malam tadi dia dengan misscall-nya mengingatkan aku tentang tahajud kematian.

Kenapa aku baru gemetar mendengarnya ?

Padahal dari dulu sayap-sayapnya selalu mengelilingiku dan dia bisa hinggap kapanpun dia mau.

¼ abad lebih aku lalai,

Dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun,

Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah,

Kurang mensyukurui walau KAU tak pernah meminta,

Berkata kuno akan nasehat kedua orangtuaku,

Padahal keringat dan airmatanya telah menetes demi aku.

Tuhan, andai ini merupakan satu titik hidayah,

Walaupun imanku belum seujung kuku hitam,

Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang terakhir, tahajud dan sholatku meninggalkan bekas saat aku melipat sajadahku, AMIN

Bila didunia ada surga, maka itulah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahma.

Bila didunia ada neraka, maka itulah kehidupan rumah tangga yang tak selaras dan jauh dari agama.

Bahagialah mereka yang diamnya berfikir,

Memandangnya mengambil pelajaran,

Mendengarnya mengambil hikmah,

Tindakannya mengenal indahnya ajaran islam.

Ditulis dalam RENUNGAN | Bertanda: , | 1 Komentar »

Al-Jenazah Airlines (Penerbangan Gratis 24 Jam)

Posted by masverys pada 21 September 2008

Bila kita akan ”berangkat” dari alam ini, ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist.
Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.
Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillallah’.
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.
Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2×1 meter, gelap gulita.
Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al-Barzah.
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, karena anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, karena tiket telah siap dibooking sejak ruh anda ditiupkan di dalam rahim ibu.
YA!BERITA BAIK!!

Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’.
Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. …
Saat penerbangan anda berangkat… tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah, atau ungkapan selamat jalan.
Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun….
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah.

Mati
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK ”BERANGKAT” ?
Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian, karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya.
ASTAGHFIRULLAH, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga…
Amiin

Catatan:
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur… tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini….. sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.

Ditulis dalam RENUNGAN | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.