Dua orang kekasih, Lyla dan Masfi tinggal saling bersebrangan. Mereka dipisahkan oleh sebuah sungai, yang dimana setiap kali ingin bertemu, mereka menggunakan satu-satunya jembatan penyebrangan yang ada disana.
Suatu hari, jembatan tersebut rusak dan hancur, sehingga keduanya tidak lagi bisa saling bertemu.
Waktu terus berlalu dengan kondisi seperti itu, sampai suatu ketika Lyla sangat rindu dan ingin bertemu dengan Masfi.
Dengan rusaknya jembatan, terbukalah bisnis baru untuk penyebrangan, yaitu dengan menggunakan perahu penyebrangan. Ada 2 lelaki yang menjalani bisnis penyebrangan tersebut di 2 tempat yang berbeda, masing-masing bernama C dan S.
Lyla lalu mendatangi C
L : ”Bisa anda tolong sebrangkan saya !?”
C : ”Bisa, asal anda membayar saya sebesar 5 keping uang emas.”
L : “Saya tidak punya uang sebanyak itu,”
C : ”Maaf, kalau begitu saya tidak bisa membantu.”
L : ”Tolonglah pak, saya sangat butuh disebrangkan,”
C : ”Maaf, Nona. Saya hanya menjalankan bisnis saja, dan saya juga punya kebutuhan untuk menghidupi keluarga saya.”
Dengan sedih, kemudian Lyla meninggalkan C.
Lyla lalu mendatangi S
L : ”Bisa anda tolong sebrangkan saya !?”
S : ” Bisa, asal anda membayar saya sebesar 5 keping uang emas.”
L : “Saya tidak punya uang sebanyak itu,”
S : ”Maaf, kalau begitu saya tidak bisa membantu.”
L : ”Tolonglah pak, saya sangat butuh disebrangkan,”
S : ”Hmm,……Mungkin saya bisa bantu, asalkan Nona mau menemani saya malam ini.”
L : (Termenung agak lama) ”Apakah tidak ada pilihan lain ?”
S : ”Maaf, Nona bayar saja dengan uang, atau bermalam dengan saya, hanya itu pilihan Nona.”
Karena rindu yang teramat dalam terhadap Masfi, maka dengan berat hati Lyla menyetujui persyaratan S untuk bermalam bersama.
Akhirnya Lyla bisa bertemu dengan Masfi, mereka berdua sangat bahagia dan saling melepas rindu bersama.Namun setelah berhari-hari kemudian, Masfi akhirnya tidak tahan untuk menanyakan bagaimana cara Lyla menyebrangi sungai sementara jembatan masih belum diperbaiki dan harga sewa perahu sangatlah mahal. Lyla menceritakan semua tanpa ada yang disembunyikan.
Mendengar pengakuan Lyla yang jujur dan apa adanya itu, Masfi sangat marah dan tersinggung.
Masfi tidak bisa terima penjelasan dari Lyla, sehingga secara sepihak Masfi memutuskan Lyla dan menyuruh Lyla untuk melupakan hubungan mereka.
Dengan hati hancur, Lyla pergi meninggalkan Masfi.
Sekembalinya, Lyla menemui Husein, seorang lelaki yang menjadi sahabatnya sejak lama. Husein juga mengenal Masfi dengan baik, sehingga Lyla dapat mencurahkan seluruh isi hati dan kesedihan kepada Husein. Dengan bijaksana Husein menenangkan Lyla, dan meyakinkan Lyla bahwa apapun yang Lyla buat sudah maksimal, dan juga Lyla tidak dapat selalu memaksakan apa yang diinginkan menjadi kenyataan.
Hari demi hari berganti, hubungan Lyla dan Husein semakin akrab, dan akhirnya mereka justru menjadi sepasang kekasih yang kemudian dalam selang waktu tidak lama keduanya melangsungkan pernikahan.