Welcome to Masverys Weblog

Sharing ??? ……Why Not ???

Arsip untuk Januari, 2009

Demi Cinta

Posted by masverys pada 23 Januari 2009

Dua orang kekasih, Lyla dan Masfi tinggal saling bersebrangan. Mereka dipisahkan oleh sebuah sungai, yang dimana setiap kali ingin bertemu, mereka menggunakan satu-satunya jembatan penyebrangan yang ada disana.

Suatu hari, jembatan tersebut rusak dan hancur, sehingga keduanya tidak lagi bisa saling bertemu.

Waktu terus berlalu dengan kondisi seperti itu, sampai suatu ketika Lyla sangat rindu dan ingin bertemu dengan Masfi.

Dengan rusaknya jembatan, terbukalah bisnis baru untuk penyebrangan, yaitu dengan menggunakan perahu penyebrangan. Ada 2 lelaki yang menjalani bisnis penyebrangan tersebut di 2 tempat yang berbeda, masing-masing bernama C dan S.

 

Lyla lalu mendatangi C

L :  ”Bisa anda tolong sebrangkan saya !?”

C : ”Bisa, asal anda membayar saya sebesar 5 keping uang emas.”

L : “Saya tidak punya uang sebanyak itu,”

C : ”Maaf, kalau begitu saya tidak bisa membantu.”

L : ”Tolonglah pak, saya sangat butuh disebrangkan,”

C : ”Maaf, Nona. Saya hanya menjalankan bisnis saja, dan saya juga punya kebutuhan untuk menghidupi keluarga saya.”

Dengan sedih, kemudian Lyla meninggalkan C.

 

Lyla lalu mendatangi S

L :  ”Bisa anda tolong sebrangkan saya !?”

S : ” Bisa, asal anda membayar saya sebesar 5 keping uang emas.”

L : “Saya tidak punya uang sebanyak itu,”

S : ”Maaf, kalau begitu saya tidak bisa membantu.”

L : ”Tolonglah pak, saya sangat butuh disebrangkan,”

S : ”Hmm,……Mungkin saya bisa bantu, asalkan Nona mau menemani saya malam ini.”

L : (Termenung agak lama) ”Apakah tidak ada pilihan lain ?”

S : ”Maaf, Nona bayar saja dengan uang, atau bermalam dengan saya, hanya itu pilihan Nona.”

Karena rindu yang teramat dalam terhadap Masfi, maka dengan berat hati Lyla menyetujui persyaratan S untuk bermalam bersama.

 

Akhirnya Lyla bisa bertemu dengan Masfi, mereka berdua sangat bahagia dan saling melepas rindu bersama.Namun setelah berhari-hari kemudian, Masfi akhirnya tidak tahan untuk menanyakan bagaimana cara Lyla menyebrangi sungai sementara jembatan masih belum diperbaiki dan harga sewa perahu sangatlah mahal. Lyla menceritakan semua tanpa ada yang disembunyikan.

Mendengar pengakuan Lyla yang jujur dan apa adanya itu, Masfi sangat marah dan tersinggung.

Masfi tidak bisa terima penjelasan dari Lyla, sehingga secara sepihak Masfi memutuskan Lyla dan menyuruh Lyla untuk melupakan hubungan mereka.

Dengan hati hancur, Lyla pergi meninggalkan Masfi.

 

Sekembalinya, Lyla menemui Husein, seorang lelaki yang menjadi sahabatnya sejak lama. Husein juga mengenal Masfi dengan baik, sehingga Lyla dapat mencurahkan seluruh isi hati dan kesedihan kepada Husein. Dengan bijaksana Husein menenangkan Lyla, dan meyakinkan Lyla bahwa apapun yang Lyla buat sudah maksimal, dan juga Lyla tidak dapat selalu memaksakan apa yang diinginkan menjadi kenyataan.

Hari demi hari berganti, hubungan Lyla dan Husein semakin akrab, dan akhirnya mereka justru menjadi sepasang kekasih yang kemudian dalam selang waktu tidak lama keduanya melangsungkan pernikahan.

Ditulis dalam CINTA | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Dalam 7 Hari yang Telah Lalu dan Mungkin Akan Terulang

Posted by masverys pada 11 Januari 2009

Hari per-1, tahajudku tertinggal

Aku begitu sibuk dengan duniaku, hingga zuhurku kuselesaikan saat ashar mulai memanggil.

Sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan adzan maghrib dengan niat kulakukan bersama isya, itupun terlaksana setelah acara tv selesai.

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi

Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3, aku lalai lagi akan tahajudku

Temanku memberi hadiah novel best seller setebal 200 halaman, dalam waktu tak kurang dari 1 hari aku telah selesai membacanya.

Tapi, enggan sekali aku membaca Al-Qur’an walau Cuma 1 ayat.

Al-Qur’an yang 114 surat, hanya 1 atau 2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata.

Tapi, ketika temanku bertanya tentang novel tadi, betapa mudah dan lancar aku menceritakannya.

Hari ke-4, kembali aku lalai lagi akan tahajudku

Sorenya aku datang kemasjid dengan niat mengaji, tapi kubiarkan ustadzku mengajar tentang kebaikan.

Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yang disamping kanan kiriku, padahal bada’ maghrib tadi betapa sulitnya aku merangkai kata untuk kupanjatkan saat berdo’a.

Hari ke-5, kembali aku lupa akan tahajudku

Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum’at kelamaan dalam bacaannya, padahal betapa dekatnya aku dengan tv dan betapa nikmat dan serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam.

Hari ke-6, aku semakin lupa akan tahajudku

Kuhabiskan waktu di mall dan bioskop bersama teman-temanku.

Demi memuaskan nafsu mata dan perutku sampai-sampai ratusan ribu tak terasa keluar.

Aku lupa, waktu diperempatan lampu merah tadi, saat wanita tua mengetuk kaca mobilku, hanya uang dua ratus rupiah yang kuberikan itupun tanpa menoleh.

Hari ke-7, bukan hanya tahajudku shubuhkupun tertinggal

Aku bermalas-malasan ditempat tidurku

Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga, aku tersentak kaget mendengar kabar temanku kini telah terbungkus kain kafan, padahal baru tadi malam aku bersamanya dan ¾ malam tadi dia dengan misscall-nya mengingatkan aku tentang tahajud kematian.

Kenapa aku baru gemetar mendengarnya ?

Padahal dari dulu sayap-sayapnya selalu mengelilingiku dan dia bisa hinggap kapanpun dia mau.

¼ abad lebih aku lalai,

Dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun,

Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah,

Kurang mensyukurui walau KAU tak pernah meminta,

Berkata kuno akan nasehat kedua orangtuaku,

Padahal keringat dan airmatanya telah menetes demi aku.

Tuhan, andai ini merupakan satu titik hidayah,

Walaupun imanku belum seujung kuku hitam,

Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang terakhir, tahajud dan sholatku meninggalkan bekas saat aku melipat sajadahku, AMIN

Bila didunia ada surga, maka itulah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahma.

Bila didunia ada neraka, maka itulah kehidupan rumah tangga yang tak selaras dan jauh dari agama.

Bahagialah mereka yang diamnya berfikir,

Memandangnya mengambil pelajaran,

Mendengarnya mengambil hikmah,

Tindakannya mengenal indahnya ajaran islam.

Ditulis dalam RENUNGAN | Bertanda: , | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.